Feeds:
Pos
Komentar

Hujan ini…

Dikala temaram senja

Semburat surya terbenam

Dan keagungan cahayanya meradang

Tak sanggup hindarkan noda dari mendung menggantung Lanjut Baca »

Kau Yang Terindah

Menatap wajahmu…

Sungguh tiada mampu menahan jemari ini

Untuk tak menyentuh kecantikanmu…

Sekedar menelusuri kening itu… Lanjut Baca »

Mudah bagimu berkata “Sudah…”

Setelah engkau renggut semuanya

Hatiku akan kau buang dimana?

Mudah bagimu berkata “Akhiri saja…”

Setelah engkau ambil segalanya

Janjimu telah tergadai dimana? Lanjut Baca »

Pulang

Kekasihku,

Rindukah engkau padaku

Waktu yang menjeda sekian lama

Jarak merentang sekian panjang

Masihkah rindu itu untukku

Belahan Jiwaku

Tuluskah engkau padaku

Lelah sempurna merangkum sukma

Merengkuh ego lupakan segala cinta yang ada

Masihkah hatimu itu tulus untukku Lanjut Baca »

Bukan sekejap dan engkau tahu itu

Waktu yang menghadirkan semuanya di sini

Rintik hujan yang menyemai benih itu di hati

Bukan sekejap dan tidak akan pernah menjadi sekejap

Bukan sekejap dan engkau tahu itu

Kebersamaan yang memupuknya di ladang jiwa ini

Persahabatan yang menjaga dari kemarau panjang yang engkau beri

Bukan sekejap dan tidak akan pernah menjadi sekejap Lanjut Baca »

Aku Yang Seorang Itu

Andai ada seribu orang mencintaimu

Aku adalah satu dari yang seribu orang itu

Andai ada seratus orang mencintaimu

Aku adalah satu dari yang seratus orang itu

Andai ada sepuluh orang mencintaimu

Aku adalah satu dari yang sepuluh orang itu

Andai hanya ada satu orang yang mencintaimu

Maka akulah yang seorang itu

Januari ’09

Penyair Hati

Hai Gadis, Pergilah…!

Hai gadis…!

Telah berulang kali ku katakan

Hatiku sudah ada yang memiliki

Dan tidak akan pernah aku bagi

Hai gadis…!

Nyaris berbusa bibir ini mengurai kata

Tak akan pernah ada yang kedua, ketiga dan seterusnya

Karena bagiku cukup satu untuk selamanya Lanjut Baca »