Kekasihku,
Rindukah engkau padaku
Waktu yang menjeda sekian lama
Jarak merentang sekian panjang
Masihkah rindu itu untukku
Belahan Jiwaku
Tuluskah engkau padaku
Lelah sempurna merangkum sukma
Merengkuh ego lupakan segala cinta yang ada
Masihkah hatimu itu tulus untukku
Aku pulang,
Menyusuri tapak-tapak kita dulu
Membungkus bertumpuk rindu
Membiarkan teriakannya memenuhi relung hatiku
Menikmatinya laksana melodi buluh perindu
Aku pulang,
Dengan segala malu yang aku pungkiri
Tak mau lagi aku menipu diri sendiri
Hati dan cinta ini memang hanya untukmu
Masihkah engkau mau menerimaku
Januari ’10
Penyair Hati



(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Dengan tangan terbuka ku sambut dirimu
puisinya bagus
nice poem om,